Dzikrnya Seekor Ulat

Kisah Hikmah Islami
Dzikrnya Seekor Ulat
Nabi Dawud AS terkenal dengan suaranya yang merdu. Kalau beliau sedang berdzikr atau sedang melantunkan Zabur, terkadang burung-burung dan gunung-gunung ikut berdzikr pula bersama beliau. Suatu ketika beliau sedang duduk dimushalla sambil menelaah Zabur, tiba-tiba terlihat seekor ulat merah melintas di tanah. Nabi Dawud berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

Ternyata Allah memberikan “ijin” kepada ulat tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia, untuk menerangkan keadaannya kepada Nabi Dawud. Ulat tersebut berkata, “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Subkhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali…”

Nabi Dawud terkesima dengan ucapan ulat tersebut. Sang ulat berkata lagi, “Lalu engkau, ya Nabiyallah, apa yang akan engkau katakan agar aku memperoleh faedah darimu!!”

Nabi Dawud menyesal telah meremehkan ulat tersebut, kemudian menangis penuh rasa takut kepada Allah, bertobat dan berserah diri kepada Allah.

Lebih Baik Tanpa Mu’jizat

Kisah Hikmah Islami
Lebih Baik Tanpa Mu’jizat
Suatu ketika Nabi SAW didatangi oleh beberapa orang tokoh Quraisy, mereka berkata, “Hai Muhammad, engkau telah menceritakan kepada kami mu’jizat para Rasul, bahwa Musa mempunyai tongkat, dan dengan tongkat itu ia memukul batu (sehingga keluarlah air). Isa bisa menghidupkan orang yang telah mati, dan Shaleh diberi unta untuk menguji kaum Tsamud, maka datangkanlah mu’jizatmu agar kami percaya kepadamu!!”

Dalam riwayat lainnya, para tokoh Quraisy tersebut didatangi oleh beberapa orang Yahudi dan “memprovokasi” mereka untuk menanyakan mu’jizat Nabi SAW, sembari mereka menceritakan beberapa mu’jizat para Rasul yang mereka ketahui dari Kitab Taurat.

Mendengar permintaan tersebut, Nabi SAW bersabda, “Apa yang kalian inginkan?”

Para tokoh Quraisy itu berkata, “Cobalah gunung Shafa itu dijadikan emas!!”

Nabi SAW memang sangat menginginkan kaum Quraisy, yang sebenarnya masih kerabat beliau itu memeluk Islam, karena itu beliau bersabda, “Jika aku telah melaksanakan permintaan kalian itu, apakah kalian akan percaya kepadaku (dan memeluk Islam) ?”

Mereka berkata, “Demi Allah, kami akan taat kepadamu!!”

Maka Nabi SAW berdiri untuk berdoa kepada Allah, tetapi belum sempat beliau memulai, datanglah Malaikat Jibril kepada beliau. Setelah mengucap salam, ia berkata, “Jika engkau menghendakinya dan berdoa kepada Allah, pastilah gunung Shafa itu menjadi emas. Tetapi jika ternyata mereka tidak mempercayainya, pastilah Allah akan menyiksa mereka. Karena itu lebih baik engkau biarkan mereka (tidak perlu memenuhi kemauan dan permintaan mereka), sehingga bertaubat orang-orang yang ingin bertaubat…!!”

Tidak lama kemudian, turunlah wahyu Allah, QS Al An’am ayat 109-111, yang menjelaskan bahwa mu’jizat-mu’jizat tersebut adalah hak “prerogatif” Allah untuk menurunkan atau memberikannya. Bukan mu’jizat-mu’jizat itu yang menyebabkan orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi semata-mata jika Allah menghendakinya untuk memperoleh hidayah.

Memang, jarang sekali kita temukan, walau memang ada beberapa, mu’jizat Nabi SAW yang muncul ditujukan untuk membuat orang percaya atau meyakini beliau. Kebanyakan mu’jizat beliau itu datang ketika dalam keadaan mendesak dan membutuhkan, misalnya kambing yang tidak bisa mengeluarkan air susu, baik karena masih belum pernah beranak, atau sudah tua atau keadaan lainnya, tiba-tiba mengeluarkan air susu ketika diperah oleh Rasulullah SAW, atau sahabat beliau (lihat kisahnya dalam buku “Percik Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW”, pada kisah sahabat Abdullah bin Mas’ud, Miqdad bin Amr al Aswad, Ummu Ma’bad saat Nabi SAW Hijrah dll), makanan atau kurma yang sedikit bisa untuk orang banyak yang menggali parit saat Perang Khandaq, atau membayar hutang yang banyak (lihat kisah : Jabir bin Abdullah), dua mazadah (tempat air dari kulit) air bisa memenuhi kebutuhan satu pasukan, tanpa berkurang sedikitpun (lihat kisah : Wanita Pembawa Air). Ranting yang menjadi pedang (lihat kisah : Ukkasyah bin Mikhsan), dan beberapa mu’jizat beliau lainnya.

Didoakan Malaikat Jibril Masuk Neraka

Kisah Hikmah Islami
Didoakan Malaikat Jibril Masuk Neraka
Suatu ketika Nabi SAW naik mimbar. Sebagian riwayat menyebutkan, saat itu di akhir Bulan Sya’ban, menjelang masuk Bulan Ramadhan, tiba-tiba saja beliau mengucapkan “Amin!!”, tidak berselang lama, beliau mengucap lagi, “Amin!!”, beberapa saat kemudian beliau mengucap lagi, “Amin!!”

Salah seorang sahabat yang hadir saat itu memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau naik mimbar, dan tiba-tiba saja engkau mengucap ‘amin’ hingga tiga kali, tanpa kami tahu apa maksud dan tujuannya….!!”

Dengan tersenyum Nabi SAW memandang para sahabat yang tampak penuh tanda-tanya dengan sikap beliau tersebut. Kemudian beliau menceritakan, ketika naik mimbar tersebut, tiba-tiba Malaikat Jibril datang dan berkata, “Barang siapa yang mendapati bulan Ramadhan, akan tetapi belum juga diampunkan dosanya hingga ia mati, kemudian ia masuk neraka, maka (sungguh) Allah telah menjauhkannya (dari Rahmat-Nya)….!!”

Dan Malaikat Jibril berkata kepada Nabi SAW, “Katakanlah : Amin!!”

Maka beliau berkata, yang didengar oleh para sahabat, “Amin!!”

Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi, “Barang siapa yang mendapati kedua orang-tuanya, atau salah satu dari keduanya, dan ia tidak berbuat baik (tidak taat) kepada keduanya hingga ia mati, kemudian ia masuk neraka, maka (sungguh) Allah telah menjauhkannya (dari Rahmat-Nya)…!!”

Dan Malaikat Jibril berkata kepada Nabi SAW, “Katakanlah : Amin!!”

Maka beliau berkata, yang didengar oleh para sahabat, “Amin!!”

Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi, “Barang siapa yang mendengar namamu (Nabi Muhammad SAW) disebutkan kepadanya, dan ia tidak membaca shalawat untukmu hingga ia mati, kemudian ia masuk neraka, maka (sungguh) Allah telah menjauhkannya (dari Rahmat-Nya…!!”

Dan Malaikat Jibril berkata kepada Nabi SAW, “Katakanlah : Amin!!”

Maka beliau berkata, yang didengar oleh para sahabat, “Amin!!”

ninonurmadi , Islami , Iman , Ikhsan, Haji, Umroh, Doa, Shalat, Puasa, Zakat,

Kisah Hikmah Islami
Membeli Surga Dengan Memaafkan
Suatu ketika para sahabat sedang berkumpul di sekitar Rasulullah SAW, mereka melihat suatu pemandangan yang aneh. Tiba-tiba saja mereka melihat Nabi SAW tampak bersedih dan mata beliau berkaca-kaca seolah akan menangis. Tetapi tidak berapa lama kemudian, tampak wajah beliau berbinar-binar gembira, bahkan beliau tertawa sehingga kelihatan dua gigi seri beliau.

Para sahabat penasaran, tetapi mereka malu untuk bertanya, sampai akhirnya Umar yang memang cukup kritis, berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang membuat engkau tampak menangis, kemudian tertawa??”

Nabi SAW tersenyum melihat wajah-wajah para sahabat yang tampak keheranan sekaligus penasaran. Kemudian beliau berkata, “Sungguh ditampakkan kepadaku suatu pemandangan di saat ditegakkan pengadilan Allah (yakni, yaumul hisab, hari perhitungan) …..!!”

Kemudian beliau menceritakan, bahwa ada dua orang dari umat beliau yang menghadap Allah SWT. Salah satunya mengadukan temannya, ia berkata, “Wahai Allah, ambilkanlah untukku, kedzaliman yang dilakukan saudaraku ini (padaku)!!”

Maka Allah berfirman kepada orang yang mendzalimi tersebut, “Berikanlah kepada saudaramu kedzalimanmu itu (yakni kebaikannya, untuk menebus kedzaliman yang telah dilakukannya saat di dunia kepada saudaranya itu)….!!”

“Wahai Rabbi, bagaimana aku bisa melakukannya sedangkan aku tidak (lagi) memiliki kebaikan sedikitpun!!” Kata Lelaki yang dzalim itu.

Allah berfirman kepada lelaki yang menuntut tersebut, “Bagaimana engkau meminta darinya, sedangkan ia tidak memiliki lagi kebaikan sedikitpun…!!”

“Diambilkan dari keburukan-keburukanku, ya Allah, dan pikulkanlah kepada dirinya…!!”

Memang seperti itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dosa atau kedzaliman yang berhubungan dengan manusia (termasuk hutang), tidak cukup hanya dengan bertobat kepada Allah. Harus diselesaikan (dihalalkan) dengan mereka ketika masih hidup di dunia. Jika tidak, kejadiannya akan seperti yang diceritakan Nabi SAW tersebut di atas.

Ketika melihat pemandangan itulah Nabi SAW merasa bersedih dan hampir menangis melihat keadaan umatnya yang memilukan tersebut. Reaksi beliau yang seperti itu dilihat oleh para sahabat tanpa tahu penyebabnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Itu adalah hari yang agung, di mana pada hari itu setiap orang membutuhkan adanya orang lain yang dapat memikul kesalahan-kesalahannya….!!”<;br />
Tak lama kemudian Nabi SAW meneruskan cerita beliau, bahwa dalam keadaan seperti itu, Allah SWT berfirman kepada lelaki yang mengajukan tuntutan, “Angkatlah kepalamu, dan lihatlah!!”

Lelaki tersebut mengangkat kepalanya dan ia melihat pemandangan yang menakjubkan, kalau sekarang ini bisa digambarkan seperti melihat tayangan televisi raksasa, yang membuatnya terpana kagum. Ia berkata, “Ya Rabbi, saya melihat kota-kota yang bangunannya bertatahkan perak dan emas. Untuk nabi yang manakah ini? Untuk orang setia yang manakah ini? Untuk orang syahid yang manakah ini??”

Allah berfirman, “Itu semua untuk orang yang mampu membayar harganya!!”

“Siapakah yang mampu membayarnya, ya Allah?” Tanya lelaki itu.

“Engkau mampu membayarnya!!”

“Dengan apa saya harus membayarnya, ya Allah?”

“Dengan memberi maaf kepada saudaramu!!”

Segera saja lelaki penuntut tersebut berkata, “Ya Allah, saya telah memaafkan dirinya!!”

Dalam riwayat lain disebutkan, setelah lelaki itu memaafkan temannya, Allah berfirman kepadanya, “Gandenglah tangan saudaramu itu, dan ajaklah ia masuk ke surga yang telah menjadi milikmu tersebut!!”

Ketika melihat pemandangan tersebut, Nabi SAW menjadi gembira dan beliau tertawa sehingga terlihat dua gigi seri beliau, reaksi yang dilihat oleh para sahabat tanpa mereka mengetahui penyebabnya. Selesai menceritakan semua itu, Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan antara kalian. Sesungguhnya Allah menghubungkan antara orang-orang mukmin…!!”

Memohon Dicukupi dan Dilindungi

 Memohon Dicukupi dan Dilindungi الْ*َمْدُ للّهِ الَّذِي اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا… Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqaanaa, wa kafaanaa, wa aawaanaa,… Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memberi makan dan minum kepada kami, mencukupkan, dan memberi perlindungan kepada kami,… HR. Muslim Penjelasan: Dalam kehidupan ini banyak orang yang tidak bisa menikmati tidurnya sebab selalu dibayangi oleh kecemasan, kegelisahan, ketegangan, dan kekacauan berpikir, menghadapi kesulitan mencari makan, minum, dan biaya hidup sehari-hari. Agar kita terhindar dari hal-hal semacam itu, sebelum tidur kita diingatkan dengan doa ini supaya kita menyadari bahwa kecemasan yang dialami orang karena kesulitan mencari penghidupan dapat mengganggu tidurnya. Kita berharap kepada Allah agar selalu diberi perlindungan dan kecukupan sehingga hidup kita tidak menjadi cemas dan gelisah. Selain memohon diberi kecukupan, kita juga memohon diberi perlindungan dari segala macam bahaya yang mengancam keselamatan dan keamanan, serta dilindungi dari segala macam godaan yang dapat menyesatkan diri kita.

Doa Zikir Ketika Merasa Takut Kepada Penguasa

 Doa Zikir Ketika Merasa Takut Kepada Penguasa ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻵ ﺍﷲ ﺍﻟﺤﻟﻴﻡ ﺍﻟﺤﻜﻴﻡ ﺴﺒﺤﺎﻦ ﺍﷲ ﺮﺐ ﺍﻟﺴﻤﻭﺍﺖ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﻭﺮﺐ ﺍﻟﻌﺮﺶ ﺍﻟﻌﻈﻴﻡ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻵ ﺍﻧﺖ ﻋﺯ ﺠﺎﺮﻚ ﻮﺠﻞ ﺛﻨﺎﺅﻚ Laaa ilaaha illalloohul haliimul hakiimu subhaanalloohi robbis samaawaatis sab-i wa robbil-arsyil-azhiimi laaa ilaaha illa anta-azza jaaruka wa jalla tsanaa-uka Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan bagi langit yang tujuh dan Tuhan bagi Arasy yang Agung. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Agung pertolongan-Mu, dan Maha Mulia pujian kepada-Mu H.R Imam Nawawi Penjelasan: Bacaan diatas adalah bacaan apabila takut terhadap seorang penguasa yang terkenal kejam dan lain sebagainya. Dalam hal ini Ibnu Sunni meriwayatkan bahwa Rasuulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wa Sallam bersabda: “Apabila kalian merasa takut terhadap seorang penguasa yang kejam atau lainnya, maka bacakanlah kalimat diatas\”

Doa Sujud Tilawah

 Doa Sujud Tilawah سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta HR. At-Tirmidzi 2/474. Ahmad 6/30 dan Al-Hakim

Doa Terhindar dari Berbagai Keburukan

 Doa Terhindar dari Berbagai Keburukan اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ Allahumma innii a’udzubika minalhammi walhuzni wal’ajzi walkasali walbukhli waljunbi wa dhola’idaini wa gholabatirrijali Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang HR. Al-Bukhari 7/158 Penjelasan: Menurut Anas bin Malik ra, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengucapkan doa tersebut untuk berlindung kepada Allah SWT.

Doa Setelah Mendengar Adzan

  اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ Allaahumma robba hadzihid da’watit tammah, wash sholatil qooimah, aati Muĥammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’ats-hu maqoomam maĥmuudal ladzii wa’adtah Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang didirikan, Karuniakanlah kepada Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan dan derajat yang tinggi. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. HR. Al-Bukhari 1/152 Penjelasan: Keutamaan doa setelah adzan tersebut adalah, orang yang membacanya akan mendapatkan syafa’at

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai